100% Kemenangan, Seberapa Jauh Leicester Bisa Melangkah Sebagai Debutan?

100% Kemenangan, Seberapa Jauh Leicester Bisa Melangkah Sebagai Debutan?

Menjadi debutan di Liga Champions, Leicester City tampil gemilang dengan 100% kemenangan didapat sejauh ini. Seberapa jauh The Foxes akan bisa melangkah?

Berkat keberhasilan menjadi kampiun Premier League, Leicester City mendapat tiket ke Liga Champions pertama sepanjang sejarah. Meski berstatus debutan dan tengah terseok di kompetisi domestik, skuat besutan Claudio Ranieri tampil perkasa di pentas Eropa.

Tiga pertandingan dilalui, tiga kemenangan diraih. Leicester menjadi salah satu dari tiga klub yang punya nilai sembilan dari tiga pertandingan pertama. Dua klub lainnya adalah Barcelona dan Atletico Madrid.

Kemenangan atas FC Kopenhagen di tengah pekan ini akan memastikan Leicester lolos ke 16 besar. Seberapa jauh nantinya mereka akan melangkah tentu masih harus dinantikan. Leicester bisa menatap optimis kans mereka di babak-babak selanjutkan karena sepanjang sejarah Liga Champions ada beberapa klub yang bisa melangkah jauh meski tengah menjalani musim perdananya.

Saat melakoni debut di Liga Champions, Chelsea pada musim 1999/2000 bisa melangkah sampai babak perempatfinal. Ketika itu The Blues juga mengawali kiprahnya dengan istimewa karena berhasil menempati posisi teratas di fase grup, mengalahkan klub kuat seperti AC Milan dan Galatasaray yang duduk di posisi tiga dan empat.

Langkah Chelsea terhenti di perempatfinal. Berhadapan dengan Barcelona, Gianfranco Zola dkk menang 3-1 di kandang namun kemudian kalah telak 5-1 di laga away.

Setahun berselang prestasi serupa didapat Deportivo La Coruna. Wakil Spanyol itu melangkah jauh sampai babak delapan besar.

Di fase grup pertama Super Depor berhasil jadi juara grup, pun begitu di fase grup kedua. Namun langkah mereka terhenti di babak delapan besar saat berhadapan dengan wakil Inggris, Leeds United. Deportivo kalah agregat 2-3.

Prestasi lebih fantastis diraih Villarreal pada musim 2005/2006. Di bawah arahan Manuel Pellegrini mereka bisa lolos sampai semifinal.

The Yellow Submarine tidak terkalahkan di fase grup ketika itu. Mereka lalu mengalahkan Ranger di 16 besar dan mendepak Inter Milan pada fase perempatfinal. Langkah Villarreal akhirnya dihentikan Arsenal di semifinal dengan skor tipis 1-0.

Wakil Spanyol lainnya kembali membuat kejutan dengan statusnya sebagai debutan Liga Champions. Yang melakukannya adalah Malaga pada musim 2012/2013. Sama seperti Villarreal di 2005/2006, Malaga melangkah jauh di Liga Champions bersama Pellegrini.

Malaga menjadi pemuncak di fase grup. Lalu melanjutkan perjuangannya dengan mengalahkan FC Porto (2-1). Kiprah mereka terhenti di perempatfinal oleh Borussia Dortmund-nya Jurgen Klopp dengan skor ketat 2-3.

Meski cuma melangkah sampai babak 16 besar, Gent tetap menjadi salah satu debutan terbaik Liga Champion pada musim 2015/2016. Klub asal Belgia itu lolos ke knock out setelah duduk di posisi dua fase grup. Mereka lantas ditundukkan Wolfsburg 2-4.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply